Rabu, 18 Januari 2012

I Love You


Hai Dear,
Hari ini aku kembali bertemu denganmu seperti biasa.
Kita berbicara,tertawa dan tersenyum bersama.
Tetapi ada yang menggangguku Dear.
Tatapan matamu,
Kau menatap mataku seperti biasa saat itu,saat kau mengucapkan bahwa kau mencintaiku.
Kau seringkali melakukan itu untukku.
          Tetapi entah mengapa aku merasa lain saat ini,saat kau mulai menatap mataku,dan aku tahu ada sesuatu yang berbeda darimu.
Tatapan matamu sayu dan lelah,
          Entah apa yang mengganggumu hari itu,kau menatapku dengan banyak arti,mengisyaratkan bahwa kau lelah,tetapi lelah untuk apa?
Aku mengatakan padamu bahwa aku juga mencintaimu,lalu aku menciummu.
          Hari ini aku bertemu denganmu lagi dear,
Aku mencoba menatapmu,berharap tatapan matamu yang lelah menghilang dari mata indahmu.
Tetapi yang kulihat adalah tatapan yang sama dengan yang kemarin,tatapanmu semakin lelah,entah karena apa,kau tak pernah sedikit pun mengatakannya padaku.
          Terkadang aku melihatmu sedang terdiam sejenak menatap kosong lurus kearah depan matamu,dan semakin aku memperhatikanmu,semakin jelas tatapan matamu itu.
Kau mengajakku tertawa bersama seperti biasa saat itu,dan semakin kau tertawa,semakin aku menyadari bahwa kau lelah dear,aku tahu kau lelah,tapi entah karena apa.
          Kau tersenyum padaku dan mengucapkan berulang kali kata bahwa kau mencintaiku tetapi dari tatapanmu aku tahu kau lelah.
Hari berikutnya aku mencoba untuk mencarimu,kau tak ada di tempat biasa kau berada Dear,tetapi akhirnya aku menemukanmu.
          Aku ingin berlari lalu memelukmu dari belakang untuk mengejutkanmu.Tetapi saat itu aku melihatmu sedang terduduk sendiri di tempatmu,menatap kosong kearah lurus didepanmu sama persis seperti waktu itu.Kau diam sekian lamanya dan aku hanya bisa memeperhatikanmu dari kejauhan.Kau terus duduk terdiam di tempat itu,kemudian kau merapatkan lututmu dalam dekapanmu,dan kau mulai menangis.
          Aku hanya diam di tempatku,tidak berusaha berlari kearahmu untuk memelukmu.Karena aku tahu,saat aku melakukan itu untukmu,kau pasti akan segera menghapus air matamu,lalu tersenyum padaku,mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja dan aku tak perlu mengkhawatirkanmu.
          Aku terus memperhatikanmu dari kejauhan Dear,kau terus menangis tanpa suara di tempat itu,membiarkan satu persatu air matamu terjatuh tanpa kau usap setetespun,aku diam dan ikut menangis untukmu,aku tahu kau kesakitan disana,karena aku juga merasakannya,tetapi aku bisa apa?aku hanya bisa menangis dari tempatku berdiri,lalu memutuskan beranjak pergi dari tempatku karena aku terlalu pengecut untuk mengetahui apa yang menyakitimu.
          Malam ini aku terdiam saat berbaring disampingmu Dear,matamu terpejam cukup lama.Sedangkan aku terus terjaga.Aku memeperhatikan setiap gerak nafasmu,aku memperhatikan setiap helai rambutmu,dan memperhatikan wajahmu,termasuk matamu.Berharap mata itu telah terbuka dan tatapan lelah itu menghilang.
          Aku menggenggam tanganmu,dan menyadari sesuatu yang berbeda disana.Banyak sekali sayatan Dear,kau menyayat tanganmu sendiri kah Dear?aku hampir menangis malam itu melihatmu,lalu semakin merasa bersalah saat aku tahu bahwa kau menulis namaku disana dengan sayatan lukamu.Aku terdiam,hanya mampu menatapmu yang tertidur dengan tangisan.
          Aku beranjak pergi dari tempat tidur itu,perhatianku teralihkan oleh kertas putih lusuh dengan bercak noda coklat kemerahan diatasnya.
          Aku membacanya lamat-lamat,dan semakin teriris saat kau menulis namaku disana dengan darahmu dan darah itu mulai mengering,kau menuliskan bahwa kau mencintaiku,dan menyayangiku lebih dari apapun yang membuatku semakin bersalah.
          Sudahkah kau tahu Dear?sudahkah kau menyadari bahwa aku telah menghianatimu?sudahkah kau menyadari bahwa selama ini ada nama lain yang tertulis selain namamu?sudakah kau tahu bahwa cintaku ini tak lagi sepnuhnya milikmu?jika ya berapa lama Dear?berapa lama kau sembunyikan hal ini dariku?berapa lama kau berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja?berapa lama kau harus tersakiti olehku?berapa lama kau lakukan ini untukku Dear?
          Aku menatapmu Dear,dan secara tiba-tiba kau terbangun.Aku tahu kau terkejut saat aku memegang kertas itu di tanganku,tetapi kau hanya bangkit untuk duduk menatapku,lalu tersenyum.Aku diam menatapmu kalut.Cukup lama kita hanya terdiam,lalu kau tertunduk menatap lantai-lantai kamar,memanggil nama ku,dan hanya mengatakan bahwa kau mencintaiku,lalu kembali menatapku sambil tersenyum.Aku diam,aku ingin menangis memelukmu,mengatakn bahwa aku bersalah telah melakukan ini kepadamu.Entah setan apa yang aku dengarkan bisikannya malam itu.Aku hanya diam menatapmu sambil tersenyum lalu mengatakan bahwa aku juga mencintaimu,tanpa pernah berkata maaf atau apapun untukmu.
          Tuhan,mengapa kau mengirimkan malaikat kecil ini dalam hidupku?mengapa tak kau biarkan saja dia mengisi kehidupan orang-orang yang lebih baik dariku?atau kenapa tak kau biarkan dia tetap menjadi malaikatmu secara utuh disurga sana?mengapa aku Tuhan?aku tak ingin melukainya,dan aku tak ingin dia pergi untuk meninggalkanku,hanya dia yang aku punya,hanya dia yang selalu ada,hanya dia yang bisa menjadi separuh nyawaku,aku seharusnya menjaganya,menjadikannya yang terindah,tetapi apa nyatanya?bisikan setanmu lebih kuat berhembus dikepalaku,membuatku harus membagi cinta untuknya dengan yang lain.Dan saat ini egoku lebih besar dari logikaku.Aku hanya ingin dia milikku utuh,dan aku tak ingin dia pergi meninggalkanku meskipun mungkin saat ini dia tahu bahwa aku telah membagi hatiku untuk yang lainnya.
          Kau bangkit dari tempat dudukmu,lalu memelukku.Aku hanya bisa terdiam,mencium keningmu lalu membelai rambutmu.Kau diam menatapku,dan semakin aku menatap matamu Dear,aku semakin merasa bersalah,karena aku tahu kau lebih dari lelah,kau sakit,dan aku yang menyakitimu.
          Aku akhirnya semakin kalut Dear,saat aku menemukanmu dalam kondisi pucat pasi dan hanya bersandar pada tembok.Kau menatap langit-langit dengan tatapan yang semakin lelah.Aku menghampirimu,dan menggenggam tanganmu,berusaha menanyakan apakah kau baik-baik saja,dan kau hanya mengangguk sambil tersenyum.Aku memperhatikan lenganmu,dan aku menyadari ada satu sayatan lagi yang tergores disana.Aku diam menatapmu,dan kau berpaling menghindari tatapanku.Akhirnya aku mulai menangis dear,aku menangis dihadapanmu,memelukmu dan mengatakan maaf padamu.Tetapi kau hanya diam,tak mengatakan apapun saat itu.Aku mendekapmu semakin erat saat aku mengucapkan maaf dan berungkali mengatakan bahwa aku menyayangimu tulus,tetapi bukan hanya namamu yang tertulis disitu.
          Kau diam Dear,kau bahkan tak membalas pelukanku.Aku melepaskan dekapanku,lalu berusaha kembali menatapmu,berharap akhirnya kau mau memaafkanku.Tetapi kau hanya diam,tak berkata apapun,tak tersenyum,hanya menatap mataku dengan sayu.Kau terlihat semakin lelah,dalam tatapan itu dan wajah pucat pasimu.Sedetik kemudian kau tersenyum,mengecup pipiku lalu berbisik bahwa kau juga menyayangiku tulus,lebih dari apapun sampai kapanpun.Aku merasa lega saat itu,tetapi tiba-tiba kau berdiri beranjak meninggalkanku,dan menjauh.Aku mengikutimu,tetapi kau tak memperdulikanku,kau memutuskan untuk berbaring di kamarmu,dan aku memilih untuk duduk menemanimu.Sesaat kemudian aku baru tersadar,bahwa kau sedang tidak baik-baik saja Dear,darah segar menetes dari hidungmu,dan kau membiarkan hal itu,kau terbatuk sesaat dan ada darah di ujung bibirmu.Aku mencoba membersihkan cairan merah itu dari wajahmu,tetapi kau hanya diam,tatapanmu semakin sayu menatap langit-langit itu kosong,tanpa memperdulikanku yang mulai kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini.Lalu kau menggenggam tanganku,menghentikan kegiatan yang sedang aku lakukan saat ini.Kau masih diam Dear,hanya mengisyaratkanku untuk ikut berbaring di sampingmu.Dan aku menurutinya saat itu,aku berbaring disampingmu sesuai keinginanmu,sambil terus menatapmu berharap kau menjelaskan semuanya saat ini,saat kau bersamaku.Tetapi kau malah memilih untuk diam,menatap langit-langit tanpa berkata apapun untukku.Aku kembali mengambil tissue dari tanganku,membersihkan cairan merah yang terus menetes dari hidungmu.Kau kembali menghentikan apa yang ku lakukan untukmu lalu kau berkata pelan."Percuma" ,hanya itu yang kau katakan.Kau menatapku sesaat lalu tersenyum,kau kembali sibuk menatap langit-langit dalam diam,sambil terus menggenggam tanganku.Lagi-lagi kau mengatakan bahwa kau mencintaiku tulus,sesakit apapun itu untukmu kau tetap ada disini untukku karena kau tulus melakukannya untukku.
          Kau lalu kembali terdiam Dear,dan aku hanya bisa menelan ludah sembari menatap langit-langit saat kau berkata tentang hal itu.Aku ingin menangis,tetapi aku tak ingin membuatmu memaksakan diri untuk membuatku tersenyum saat kondisimu seperti ini.Jadi aku memilih diam,membiarkan hatiku menjerit sendiri,menjerit tentang betapa bodohnya aku menyia-nyiakan mu,menjerit tentang betapa bodohnya aku melukai mu,betapa jahatnya aku yang telah menghianatimu.
          Aku tersentak saat kau menggenggam tanganku lebih erat,kau menoleh kepadaku,bibirmu tersenyum,tetapi kau meneteskan airmata untukku disaat yang bersamaan,kau mencium tanganku,dan berkata bahwa aku yang terakhir untukmu sampai kapanpun.
          Aku merinding,tanpa sadar aku juga menangis.Kau mengusap air mataku,lalu mencium keningku.Mengatakan bahwa kau benar-benar tulus memaafkanku,dan aku yang terbaik dihidupmu,tak apa aku menyakitimu,karena kau sadar itu salahmu tak pernah bisa bahagiakanmu.Tiba-tiba nafasmu melemah,dan matamu yang lelah tertutup perlahan,senyummu sedikit memudar.Sedetik kemudian aku menyadari,bahwa kau tak lagi bernafas.Sesuatu atau seseorang mengambil mu dari sisiku.Aku menjerit,menangis,berteriak memanggil namamu.Berharap kau akan kembali tersenyum padaku,mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.Tetapi kau tidak mengatakan apapun       Dear,kau hanya diam,wajahmu tetap pucat dan nafas mu terhenti.Aku tersadar yang aku lakukan percuma lalu aku memelukmu,mencium keningmu tulus,dan mengatakan bahwa kau juga yang terakhir untukku.Meskipun aku tahu,kau terlambat untuk mendengarkan hal itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar