Jumat, 13 Januari 2012

My Beloved One

          Hai Tuhan.  
Aku tahu Kau berada diatas sana.
Di suatu tempat yang makhlukmu memanggilnya surga.
Tempat dimana pertama kalinya Adam dan Hawa mengerti tentang kata yang kau sebut Cinta.
Itu alasan Cinta itu harus dijaga.
Karena menurutku itu sempurna.
Dia juga ciptaanMu kan Tuhan?
          Tapi saat kami disini berusaha untuk menjaganya.
Di satu sisi setan-setanMu menggoda kami untuk menodainya.
Dan nyatanya kita melukainya.
Saling menyakiti hati yang satu dengan yang lainnya.
Apa yang bisa aku tahu sekarang tentang apa itu Cinta.
Jika ternyata secara nyata kami tak pernah bisa melihatnya.
Kau mendengarkanku kah Tuhan?
Kau utus malaikat kecilmu dihidupku.
          Dia tidak bersayap,tidak terbang,tidak sempurna.
Dia cacat,sama sepertiku.Karena kau menwijudkannya sebagai seorang manusia.
Aku menyukainya.
Beralih ke menyayanginya.
Beralih ke mencintainya.
Dan secara perlahan aku membunuhnya.
          Mengatakan betapa aku membencinya disaat ia menunjukan ketulusannya.
Mengatakan bahwa dia hanya berdusta padahal akulah pelakunya.
Mencacinya bahwa ia yang tidak setia padahal aku yang melakukannya.
Menghinanya bahwa dia tak pantas untukku padahal akulah yang hina.
Dan tanpa rasa bersalah aku menjauh dari hidupnya.
Aku kehilangannya sekarang Tuhan.
Aku merindukannya sekarang.
Aku ingin memeluknya.
Detik nafasku hanya namanya yang ada.
Detik nadiku hanya tulusnya yang terasa.
Dan sekarang aku diam jauh menatap kisahnya.
Tolong katakan padanya Tuhan.
Aku pergi dari hidupnya bukan karena aku membencinya.
Aku meninggalkannya karena dia dan cintanya lebih sempurna dari yang ada.
Dan aku tak pernah sempurna untuk menerimanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar