Hai Tuhan.
Aku tahu Kau berada diatas sana.
Di suatu tempat yang makhlukmu memanggilnya surga.
Tempat dimana pertama kalinya Adam dan Hawa mengerti
tentang kata yang kau sebut Cinta.
Itu
alasan Cinta itu harus dijaga.
Karena
menurutku itu sempurna.
Dia
juga ciptaanMu kan Tuhan?
Tapi saat kami disini berusaha untuk
menjaganya.
Di
satu sisi setan-setanMu menggoda kami untuk menodainya.
Dan
nyatanya kita melukainya.
Saling
menyakiti hati yang satu dengan yang lainnya.
Apa
yang bisa aku tahu sekarang tentang apa itu Cinta.
Jika
ternyata secara nyata kami tak pernah bisa melihatnya.
Kau mendengarkanku kah Tuhan?
Kau utus malaikat kecilmu dihidupku.
Dia tidak bersayap,tidak terbang,tidak
sempurna.
Dia
cacat,sama sepertiku.Karena kau menwijudkannya sebagai seorang manusia.
Aku
menyukainya.
Beralih
ke menyayanginya.
Beralih
ke mencintainya.
Dan
secara perlahan aku membunuhnya.
Mengatakan betapa aku membencinya
disaat ia menunjukan ketulusannya.
Mengatakan bahwa dia hanya berdusta padahal akulah
pelakunya.
Mencacinya bahwa ia yang tidak setia padahal aku yang
melakukannya.
Menghinanya bahwa dia tak pantas untukku padahal akulah yang
hina.
Dan tanpa rasa bersalah aku menjauh dari hidupnya.
Aku kehilangannya sekarang Tuhan.
Aku merindukannya sekarang.
Aku ingin memeluknya.
Detik nafasku hanya namanya yang ada.
Detik nadiku hanya tulusnya yang terasa.
Dan sekarang aku diam jauh menatap kisahnya.
Tolong katakan padanya Tuhan.
Aku pergi dari hidupnya bukan karena aku membencinya.
Aku meninggalkannya karena dia dan cintanya lebih
sempurna dari yang ada.
Dan aku tak pernah sempurna untuk menerimanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar